Tuesday, August 28, 2012

Jika Masih Sanggup, Kenapa Tidak?


Sebetulnya sih ini kasih dari sebuah mini klip dari salah satu televisi, karena ceritanya bagus banget (menurut gue sih) tapi emang ceritanya bagus kok/blush

***
Pada hari minggu yang cerah di tengah bulan Ramadhan, ada seorang gadis dengan rambut panjang ikal terurai baru saja keluar dari pusat perbelanjaan. Gadis itu hendak ingin pulang ke rumah, namun ia sudah menggu hampir setengah jam tidak ada juga angkutan umum, yang ada hanyalah satu bajaj yang sedang parkir persis di depan pintu toko. akhirnya karena sudah sangat lelah dan kepanasan, ia memutuskan untuk pulang dengan bajaj itu.
"permisi bang, narik kan ya?"  tanyak gadis itu
"iya neng, mau saya antar?" jawab supir bajaj itu.
"iya bang, ke Kramat Jaya Baru ya bang" ucap gadis itu.
akhirnya ia naik dengan lelahnya. Setelah supir bajaj melihat gadis itu sudah siap, ia pun menarik gas dan berangkat. Dari pusat perbelanjaan hingga rumah gadis itu memang cukup jauh sehingga membutuhkan waktu kurang lebih  20 menit agar sampai. 

Sampai di lampu lalu lintas pertama, lampu berwarna merah, bajajpun  berhenti. sang supir bajaj mengajak ngobrol gadis itu. 
"kok jauh banget neng belanja ke situ?" tanya supir bajaj itu
"iya bang kan barang barang disitu lebih murah harganya dari pasar" jawab gadis itu
"ooh iya neng memang disitu lebih murah"
Tiba tiba saja datang pengemis sekitar umur 30an yang menggunakan kaos coklat usang tanpa alas kaki dan menjulurkan tangannya.
"permisi neng...minta belas kasihan untuk makan..." ucap pengemis itu dengan nada yang ironi. mendengar suara sang pengemis, sang gadis segera mencari dompetnya dan hendak mengeluarkan uangnya untuk ia berikan kepada pengemis itu. Tetapi si supir bajaj berkata "sudah neng jangan diberi". Gadis itu bingung, akhirnya ia tidak jadi memberikan uangnya kepada pengemis itu. Pengemis itu pergi dan melihat si supir bajaj dengan sinis.

Lampu lalu lintas sudah  berganti menjadi hijau, bajaj itu melaju kembali. penasaran dengan maksud ucapan sang supir bajaj, gadis itu bertanya kepadanya.
"bang, kenapa saya tidak boleh memberi kepada pengemesi tadi?"
"ya kalau dia masih bisa bekerja, kenapa tidak?"
"tapi kan kasihan bang, dia sudah lumayan tua"
sang supir bajaj kemudian diam.

Akhirnya bajaj sampai di depan rumah sang gadis.
"berapa bang?" tanya sang gadis
"25 ribu saja neng" jawab supir bajaj
"gadis itu mengeluarkan uang pecahan 50 ribu dan memberikannya kepada si supir bajaj "ini bang, kembali 25"
"wah neng, tidak ada uang kecil? saya tidak punya kembalinya"
"tidak ada bang"
"yasudah saya tukarkan dulu ya".
Kemudian si supir bajaj turun dari kemudinya. Gadis itu terkejut saat melihat si supir bajaj itu turun, ternyata supir bajaj itu cacat, ia hanya mempunya satu kaki, sehingga ia harus berjalan dengan menggunakan tongkat. kemudian gadis itu mengerti maksud ucapan sang supir bajaj itu, mengapa ia tidak diperbolehkan memberikan uangnya kepada pengemis tadi.
***

Baguskan ceritanya sangat menyentuuuh/please*prok prok prok*. btw ini agak edit edit sedikit, lupa lupa ingat dengan cerita aslinya. Jadi amanatnya silahkan di cari sendiri yaa, semoga kita cerita ini dapat membangkitkan semnagat kita dalam belajar(?)

sekian, selamat malam,/bye


0 comments:

Post a Comment

Tuesday, August 28, 2012

Jika Masih Sanggup, Kenapa Tidak?

Posted by Unknown at 9:12 AM

Sebetulnya sih ini kasih dari sebuah mini klip dari salah satu televisi, karena ceritanya bagus banget (menurut gue sih) tapi emang ceritanya bagus kok/blush

***
Pada hari minggu yang cerah di tengah bulan Ramadhan, ada seorang gadis dengan rambut panjang ikal terurai baru saja keluar dari pusat perbelanjaan. Gadis itu hendak ingin pulang ke rumah, namun ia sudah menggu hampir setengah jam tidak ada juga angkutan umum, yang ada hanyalah satu bajaj yang sedang parkir persis di depan pintu toko. akhirnya karena sudah sangat lelah dan kepanasan, ia memutuskan untuk pulang dengan bajaj itu.
"permisi bang, narik kan ya?"  tanyak gadis itu
"iya neng, mau saya antar?" jawab supir bajaj itu.
"iya bang, ke Kramat Jaya Baru ya bang" ucap gadis itu.
akhirnya ia naik dengan lelahnya. Setelah supir bajaj melihat gadis itu sudah siap, ia pun menarik gas dan berangkat. Dari pusat perbelanjaan hingga rumah gadis itu memang cukup jauh sehingga membutuhkan waktu kurang lebih  20 menit agar sampai. 

Sampai di lampu lalu lintas pertama, lampu berwarna merah, bajajpun  berhenti. sang supir bajaj mengajak ngobrol gadis itu. 
"kok jauh banget neng belanja ke situ?" tanya supir bajaj itu
"iya bang kan barang barang disitu lebih murah harganya dari pasar" jawab gadis itu
"ooh iya neng memang disitu lebih murah"
Tiba tiba saja datang pengemis sekitar umur 30an yang menggunakan kaos coklat usang tanpa alas kaki dan menjulurkan tangannya.
"permisi neng...minta belas kasihan untuk makan..." ucap pengemis itu dengan nada yang ironi. mendengar suara sang pengemis, sang gadis segera mencari dompetnya dan hendak mengeluarkan uangnya untuk ia berikan kepada pengemis itu. Tetapi si supir bajaj berkata "sudah neng jangan diberi". Gadis itu bingung, akhirnya ia tidak jadi memberikan uangnya kepada pengemis itu. Pengemis itu pergi dan melihat si supir bajaj dengan sinis.

Lampu lalu lintas sudah  berganti menjadi hijau, bajaj itu melaju kembali. penasaran dengan maksud ucapan sang supir bajaj, gadis itu bertanya kepadanya.
"bang, kenapa saya tidak boleh memberi kepada pengemesi tadi?"
"ya kalau dia masih bisa bekerja, kenapa tidak?"
"tapi kan kasihan bang, dia sudah lumayan tua"
sang supir bajaj kemudian diam.

Akhirnya bajaj sampai di depan rumah sang gadis.
"berapa bang?" tanya sang gadis
"25 ribu saja neng" jawab supir bajaj
"gadis itu mengeluarkan uang pecahan 50 ribu dan memberikannya kepada si supir bajaj "ini bang, kembali 25"
"wah neng, tidak ada uang kecil? saya tidak punya kembalinya"
"tidak ada bang"
"yasudah saya tukarkan dulu ya".
Kemudian si supir bajaj turun dari kemudinya. Gadis itu terkejut saat melihat si supir bajaj itu turun, ternyata supir bajaj itu cacat, ia hanya mempunya satu kaki, sehingga ia harus berjalan dengan menggunakan tongkat. kemudian gadis itu mengerti maksud ucapan sang supir bajaj itu, mengapa ia tidak diperbolehkan memberikan uangnya kepada pengemis tadi.
***

Baguskan ceritanya sangat menyentuuuh/please*prok prok prok*. btw ini agak edit edit sedikit, lupa lupa ingat dengan cerita aslinya. Jadi amanatnya silahkan di cari sendiri yaa, semoga kita cerita ini dapat membangkitkan semnagat kita dalam belajar(?)

sekian, selamat malam,/bye


0 comments on "Jika Masih Sanggup, Kenapa Tidak?"

Post a Comment